Home Berita

The News

More Articles...

KETUA STMIK BINA BANGSA LHOKSEUMAWE MERAIH DOKTOR

Pada Kamis, 26 September 2013 lalu, salah satu kandidat Doktor yang mengikuti Sidang Ptomosi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, adalah putra Aceh yang menjabat sebagai Ketua STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe dan Dosen (DPK) Universitas Almuslim Bireuen.  Dia adalah Dr. H. Hambali, SE., M.Pd.  Selama kurang lebih 2 jam, Hambali mempertahankan Desertasinya yang berjudul “Kompetensi Pedagogik Guru Berdasarkan Jenis Sertifikasi dan Wilayah (Expost Facto)” di hadapan 8 penguji diantaranya adalah Promotornya Prof Dr. Hj. Diana Nomida Musnir dan Co-Promotor: Prof. Dr. BP Sitepu.  Dalam isi desertasi, laki-laki kelahiran Mereudu Pidie Jaya ini, mengkaji hasil riset kualitatif tentang  kompetensi para guru di Aceh yang memperoleh sertifikasi dari sisi pedagogiknya. Beliau menemukan banyak kasus yang perlu menjadi perhatian semua pihak, khususnya bagi pelaku dan pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan dasar dan menengah, baik daerah maupun pusat.  Khususnya terkait pada pemberian sertifikasi guru. Menurut Ketua PPG dan Penjaminan Mutu Universitas Almuslim ini, seritifikasi guru yang dilakukan melalui PLPG selama ini, jangan dianggap sudah selesai sampai disitu saja, dan seolah-olah guru sudah diasumsikan profesional.  Tetapi diperlukan upaya yang terus menerus dalam penyegaran kemampuan mengajarnya dan menghasilkan karya ilmiah sebagai ilmuan, lebih-lebih di era teknologi kumputerisasi ini, guru harus mampu menguasai pendidikan berbasi teknologi informasi.  Karena belakangan ini guru sudah diakui sebagai profesi yang memang harus berkompetensi.  Hambali juga menyatakan, seritifikasi dari jalur Portofolio memang tidak layak lagi, jika pun masih dipakai perlu penyegaran tambahan tentang sistem pengajaran kelas dan PTK. Selama ini guru sudah terlalu jenuh dberikan penataran-Penataran, kedepan menurutnya perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan bentuk workshop saja, yang lebih operasional dan praktis.  Berkaitan dengan serifikasi, Hambali merekomendasikan perlu dibuat perbedaan (grade) dari sertifikasi, misalnya grade-A (sangat Baik), grade B (Moderat/Sedang) dan grade-C (cukup). Setiap grade diberikan insentif/pembayaran yang berbeda-beda juga, tutupnya. (Win/Mar@2013).

Share

UBUD BALI termasuk kota Paling Ramah di Dunia

Ini adalah daftar 10 kota paling ramah di majalah versi majalah Conde Nast Traveler:

1.      Florianopolis, Brazil

2.      Hobart, Tasmania

3.      Thimpu, Bhutan

4.      Queenstown, Selandia Baru

5.      Charleston, South Carolina

6.      Paro, Bhutan

6.      Margaret River, Australia

8.      Mandalay, Myanmar

9.      Kilkenny, Irlandia

9.      Ubud, Indonesia

10.    Chiang Mai, Thailand

Kota Ubud Bali Memperoleh nilai 89,1, kota Ubud di Bali berhasil menarik hati para responden dalam survey mengenai Kota Paling Ramah di Dunia yang diadakan oleh majalah Conde Nast Traveler. Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa Ubud terkenal dengan terasering sawahnya yang cantik yang berhasil menarik perhatian banyak turis internasional. Selain itu, kota yang terletak di barat daya Bali ini dipilih karena memiliki banyak akomodasi mewah namun tetap dekat dengan alam. Faktor lain yang membuat Ubud banyak dipilih menjadi yang paling ramah adalah masyarakat Ubud yang terbuka dan baik kepada para pengunjungnya. Semua ini makin disempurnakan dengan suasana yang tenang dan juga penuh dengan aura positif. Ubud memang terbukti berhasil mencuri perhatian turis internasional. Bahkan Julia Roberts pun pernah datang ke Ubud untuk syuting film Eat, Pray, Love. Sementara itu, baru-baru ini musim ke-20 ajang pencarian model America’s Next Top Model mampir ke Pulau Dewata dan melakukan pemotretan di Ubud. Ubud berhasil menduduki peringkat ke-9 dalam survey ini. Peringkat ke-9 juga dihuni oleh kota Kilkenny, Irlandia yang memperoleh nilai sama dengan Ubud.

Share

Read more...

TOT Pendidikan Anti Korupsi 2013

Jakarta, 10 Juni 2013–Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo siang ini membuka secara resmiTraining of Trainers (TOT) Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi Regional I. TOT ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 Juni sampai 12 Juni bertempat di Hotel Millenium Jakarta.

Kegiatan ini direncakan akan dilaksanakan sepanjang tahun 2013 di 8 regional. Adapun tujuan dari TOT Pendidikan Anti Korupsi ini adalah memberikan pembekalan bagi para dosen dan memberikan presepsi yang sama tentang pengertian, penanganan dan pemberantasan korupsi di Indonesia melalui Pendidikan Anti Korupsi kepada para Mahasiswa.

 

Share

Read more...

Hardiknas 2013, Pendidikan Sebagai Vaksin dan Elevator Sosial

http://www.patikab.go.id/Jakarta — Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai vaksin dan elevator sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua hal tersebut dapat menaikkan daya tahan sosial agar terhindar dari penyakit kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban, serta meningkatkan status sosial masyarakat.

“Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial,” kata Mendikbud saat membacakan sambutannya pada upacara peringatan Hardiknas (2/5), di halaman Kantor Kemdikbud.

Share

Read more...

Beasiswa Australia Awards 2014 Dibuka!

 

JAKARTA - Pemerintah Australia membuka program Beasiswa Australia Awards 2014. Beasiswa akan diberikan kepada 500 pelajar Indonesia untuk menempuh studi di Benua Kanguru.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, menjelaskan, program ini menyediakan tempat bagi 2.399 siswa dari lebih 90 negara untuk belajar di perguruan tinggi Australia pada 2014. Tahun lalu, ada 474 pelajar Indonesia lolos seleksi Beasiswa Australia Awards.

“Beasiswa Australia Awards memberikan kesempatan untuk melakukan perubahan di dunia dan kini Pemerintah Australia mengundang pelamar yang mau menjadi bagian dari generasi baru pemimpin global untuk pembangunan yang bermitra kuat dengan Australia,” ungkap Duta Besar Moriarty, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (4/3/2013).

Moriarty menjelaskan, melalui program ini, penerima beasiswa tidak hanya berkesempatan mencicipi pendidikan berkualitas dari berbagai perguruan tinggi di Australia, tetapi juga berkesempatan mendapatkan pengalaman hidup di Australia dan membangun jaringan yang kuat dengan warga serta organisasi di Australia.


 

“Penerima beasiwa akan menerima bantuan yang berkelanjutan dan pengembangan profesi sepanjang karir mereka melalui jaringan internasional alumni Australian Awards yang menghubungkan masing-masing individu, lembaga dan negara,” imbuhnya.

Pendaftaran program Beasiswa Australia Awards dibuka pada 4 Maret hingga 19 Juli 2013. Simak informasi lengkap tentang Beasiswa Australia Award di laman Kedutaan Besar Australia.(rfa)

Sumber: kampus.okezone.com
Sumber :
http://www.dikti.go.id

 

Share