Home Berita 5 Tsunami Terbesar di Indonesia

5 Tsunami Terbesar di Indonesia

Disarikan dari Artikel: Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia Senin, 01 Oktober 2018 | (https://www.hitekno.com/sains)

Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik dan Ring of Fire yang membuat kapan saja bisa terjadi gempa dan tsunami. Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Tsunami adalah gelombang besar yang terbentuk karena gempa bumi, longsor,

letusan gunung berapi atau berbagai peristiwa lainnya yang terjadi di laut dan samudera. Bencana besar ini berawal dari gerakan vertikal pada lempeng bumi yang berupa patahan/sesar. Patahan ini lalu membuat dasar laut menjadi naik atau turun secara tiba-tiba. Patahan ini diakibatkan oleh gempa bumi. Gempa bumi ini berpengaruh pada keseimbangan air di atasnya yang terganggu sehingga timbul aliran energi air laut. Energi ini menciptakan gelombang besar yang bergerak menuju pantai dan menimbulkan tsunami.

5 Kejadian Tsunami Di Indonesia yang sangat Dahsat adalah:

1. Tsunami Biak

Pada tanggal 17 Februari 1996, Biak di Papua dilanda gempa berkekuatan 8,1 magnitudo yang disusul gelombang tsunami dengan ketinggian 7 meter. Kejadian ini membuat 1.018 rumah hancur dan 109 orang dilaporkan meninggal dunia. 5 menit sebelum tsunami menghantam dan melumpuhkan kota Biak, air laut sempat surut yang diikuti suara gemuruh gelombang besar. Gelombang besar ini menghantam Biak dengan kecepatan 300-600 km per jam. Tercatat setelah gempa pertama, Biak mengalami 300 kali gempa susulan dengan pusat gempa berada di lokasi 50 km di sebelah utara Biak.

2. Tsunami Aceh

Gelombang tsunami setinggi 35 meter yang terjadi tidak hanya meluluhlantakkan Aceh, tetapi juga menyapu sepanjang pesisir barat Sumatera. Tsunami bahkan menjangkau daratan Sri Lanka dan Semenanjung India. Gelombang tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004, pukul 09.00 WIB telah menelan lebih dari 160.000 korban jiwa. Gempa dan tsunami ini menghancurkan kehidupan warga Aceh, mayoritas bangunan rata dengan tanah, banyak yang kehilangan sanak saudara karena menjadi korban bencana ini. Sebelumnya, gempa bermagnitudo 9,3 melanda Aceh 30 menit sebelum terjadi tsunami.

3. Tsunami Pangandaran

Usai tsunami Aceh, pada tanggal 17 Juli 2006, tsunami menghantam Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Sebelum tsunami sampai dan menghancurkan kota, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Pangandaran. Tidak lama berselang, tsunami dengan ketinggian lebih dari 5 meter langsung menerjang seisi kota. Gempa beserta tsunami ini diperkirakan menewaskan 550 orang dan 200 lebih lainnya dilaporkan hilang.

4. Tsunami Mentawai

Pada tanggal 25 Oktober 2010, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo kembali menghantam Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa Mentawai ini disertai dengan tsunami yang terjadi pada malah hari pukul 21.42 WIB. Gempa ini terjadi selama 4 menit 40 detik yang disusul ketinggian tsunami yang menerjang Kepulauan Mentawai sekitar 10 meter. Total korban jiwa dari tsunami Mentawai ini berjumlah 286 orang dan 252 orang lainnya dilaporkan hilang,

5. Tsunami Palu

Yang terbaru, pada Jumat (28/09/2018) gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah menjadi tsunami terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo ini disusul dengan tsunami yang sukses melumpuhkan seluruh kegiatan di kota tersebut. Perkiraan ketinggian tsunami mencapai 1,5 meter hingga 3 meter. Gempa Palu ini terjadi di zona sesar dengan kedalaman yang dangkal yaitu 0-60 kilometer. Sampai hari ke-3 sudah tercatat, sebanyak 832 orang meninggal dunia, dan sepekan kemudian korban bertambah menjadi 1.420, diperkirakan akan bertambah, karena rumah-rumah yang tenggelam belum bias di evakuasi oleh alat berat. (Win-Kamis,04/10/2018).

 

 

Share