Home Artikel Peranan Teknologi Informasi di Pemerintahan Dan Pengenalan Industri Perangkat Lunak Di Kabupaten Bireuen

Peranan Teknologi Informasi di Pemerintahan Dan Pengenalan Industri Perangkat Lunak Di Kabupaten Bireuen

 

Peranan Teknologi Informasi di Pemerintahan

Dan Pengenalan Industri Perangkat Lunak

Di Kabupaten Bireuen

Oleh : Dr. H. Amiruddin Idris, SE, M.Si

Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen

Abstrak

Penguasaan teknologi informasi di zaman ini, sudah menjadi keharusan. Teknologi informasi menjadi tools dalam berkomunikasi dan menambah pengetahuan di zaman Globalisasi dan era informasi  ini. Lebih khusus lagi bagi institusi, termasuk juga kebutuhan memperlancar pekerjaan administrasi pelayanan di pemerintahan. Masyarakat dunia telah lama membahas dan menceritakan tentang pentingnya internet dan teknologi informasi. Internet dan teknologi informasi tersebut telah secara signifikan meng­ubah perilaku manusia dan bisnis di beberapa negara sehingga membawa peradaban manusia pada sebuah dunia baru yang diis­tilahkan sebagai "The Cyber Community". Dalam kehidupan dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Termasuk dalam E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya.

Kata Kunci : TI, Hardware, Software, IT Pemerintahan.

1. Pendahuluan

Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu bidang industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini, dan akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan industri dalam bidang TI ini membutuhkan suatu formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan, profesi berkaitan dengan keahlian di bidang TI. Perkembangan bidang Telematika dan TI di Indonesia yang sangat pesat perlu diimbangi  dengan  penyiapan  sumber daya manusia yang handal untuk mengantisipasi persaingan global yang sudah semakin dekat, serta untuk  meningkatkan taraf dan kualitas bangsa Indonesia.

Salah  satu  ciri khusus dari bidang ilmu Teknologi Informasi adalah fokus perhatian bidang ilmu tersebut yang lebih bersifat aplikatif. Bidang ilmu teknologi informasi lebih mengarah pada pengelolaan data dan informasi dalam sebuah enterprise (perusahaan atau organisasi kerja lainnya), dengan pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi  data serta  lebih menekan-kan pada teknik pemanfaatan perangkat-perangkat yang ada. Pemanfaatan Teknolo-gi Informasi/Information Technoloyi (TI/IT) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari. Penggunaan telepon, hand-phone, mesin ATM, Internet, dan lain-lain sudah tidak menjadi sesuatu yang baru atau aneh. Benda-benda itu telah melekat (pervasive) dikehidupan saat ini.

Begitu halnya juga dengan lingkungan institusi pemerintahan, IT digunakan untuk keperluan sehari-hari, mulai dari urusan administrasi perkantoran  sampai dengan pelayanan publik pemerintahan terhadap masyarakat.

Pemanfaatan teknologi informasi di insti-tusi pemerintahan  antara lain adalah sebagai alat bantu untuk proses administrasi dan pemerintahan. Komputer, database, sistem informasi kependudukan digunakan untuk membantu proses administrasi, surat menyu-rat dan pengarsipannya sudah dilakukan dengan menggunakan komputer dan printer.

Di kota besar, jarang ditemui institusi pemerintahan yang masih menggunakan mesin ketik untuk menuliskan surat. Meski demikian komputer bukan hanya sebagai pengganti mesin ketik. Jika komputer di-ambil, proses administrasi akan terganggu. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kompu-ter untuk proses administrasi sangat esensial di institusi pemerintahan.

Penggunaan teknologi informasi di sebuah institusi pemerintahan bisa berbeda-beda bergantung kepada kemampuan dan bidang yang ada di institusi itu sendiri. Bisa jadi sebuah institusi pemerintahan yang terdiri dari dinas-dinas, bagian dan seksi hanya menggunakan produk teknologi informasi saja tanpa perlu mengembangkannya, misalnya dinas penertiban pasar dan dinas hukum. Untuk lingkungan yang seperti ini, disarankan untuk menggunakan produk teknologi infor-masi yang sudah jadi yang terbaik di bidang itu. Mereka tidak perlu mengembangkan produk atau teknologi sendiri dan sebaiknya fokus kepada bidangnya.

Penggunaan TI di institusi pemerintahan biasanya dalam bentuk software yang merupakan salah satu bentuk dari aplikasi TI.   Software-software  tersebut digunakan untuk mendukung administrasi dan pelayanan publik sehari-hari. Banyak software yang digunakan di lingkungan institusi pemerintahan, mulai dari software untuk keperluan perkantoran (office automation, sistem informasi) seperti paket Microsoft office yang terdiri dari Microsoft word, Microsoft excell, Microsoft acces dan Microsoft frotnpage, selanjutnya untuk keperluan pendidikan (presentasi, doku-mentasi, penilaian), sampai untuk kepenti-ngan khusus (simulasi, prototype produk).

Software ini dapat dikembangkan sendiri atau dibeli jadi. Institusi pemerintahan perlu meng-hitung nilai investasi dari produk teknologi informasi yang akan digunakan dan manfaatnya.

Sedapat mungkin kesemuanya ini dikuan-tisasi (quantified) dalam bentuk nilai uang   (Rupiah).    Harapan   pendekatan  ini  adalah

dapat diperoleh sebuah gambaran Return On Investment (ROI) dari pemanfaatan teknologi informasi ini sehingga penera-pannya tidak sia-sia. Pertanyaan yang dapat membantu untuk memfokuskan institusi antara lain (Raharjo : 2004):

Apa nilai tambah (value added) yang di-peroleh dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut?. Dan apakah nilai tambah ini lebih besar dari nilai investasi?

Apakah dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut kita men-jadi lebih unggul dari institusi lainnya.

2. Teknologi Informasi dan TI untuk Pemerintahan

Teknologi Informasi (TI) adalah tekno-logi yang berhubungan dengan masalah informasi. TI merupakan sebuah kumpulan knowledge yang dapat berujud kertas  yang  dapat  diperjual belikan  untuk keperluan tertentu (Raharjo: 1999). Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemam-puan sumber daya manusia dalam mema-hami komponen teknologi informasi, seper-ti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi pada berbagai bidang; juga jumlah SDM  berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Indonesia tentunya berbeda dengan Amerika yang sudah sangat maju dalam bidang IT. Untuk itu penggunaan IT bagi pemerintahaan di Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa pengguna-an IT untuk pemerintah.

1. Menghasilkan produk atau servis IT

Di Indonesia banyak programmer yang kreatif akan tetapi sayangnya belum menemukan “saluran” yang pas. Masih banyak produk yang dapat dikembang-kan. Sebagai contoh, larangan ekspor produk teknologi kriptografi (seperti enkripsi),   yang  banyak  digunakan  dibidang security dan commerce, oleh AS menyebabkan  banyak  produk  yang terpaksa dikembang-kan di luar negeri seperti di Israel.

2. IT untuk Pelayanan

Menggunakan IT untuk meningkatkan pe-layanan kepada masyarakat dengan mem-perbesar pelayanan melalui Internet. Cara yang paling mudah adalah membuat homepage (website) untuk institusi pe-merintahan. Banyak tempat yang menye-diakan homepage secara gratis. Selain itu program-program komputer untuk memu-dahkan membuat homepage sudah banyak tersedia. Demikian murahnya dan mudahnya membuat sebuah homepage sehingga tidak alasan sebuah institusi pemerintah, untuk tidak memiliki home-page. Memiliki homepage hampir dapat disamakan dengan memiliki telepon dan fax dalam bisnis, yaitu menjadi kompo-nen yang sangat esensial.

3. Kualitas Pelayanan

Yang paling dituntut publik saat ini adalah masalah kualitas pelayanan dari kantor-kantor Pemerintah. Dengan meng-gunakan IT, aparatur pemerintah lebih mudah dalam mencari informasi yang dapat membantu meningkatkan produk-nya. Salah satu contoh adalah menggu-nakan search engine untuk melihat paten yang sudah atau hampir habis masanya, atau menggunakan email untuk menghubungi pakar untuk tukar informasi atau konsultasi. Hal ini sangat bermanfaat bila konsultan tersebut secara fisik berlokasi jauh, sehingga mahal untuk mendatangkan atau mendatangi konsultan tersebut.

4. Meningkatkan Kinerja

IT dapat untuk meningkatkan kinerja institusi pemerintahan. Sebagai contoh, LAN atau Intranet dapat dipasang di institusi pemerintahan  untuk memper-cepat proses pertukaran informasi dalam bentuk email, file sharring. Institusi pemerintah pun juga memerlukan IT. Inisiatif “Telematika Indonesia” dalam bentuk email terbuka RI-Net merupakan salah satu contoh penggunaan IT di instansi pemerintah.

5. Tenaga Kerja IT

Menghasilkan tenaga kerja yang terampil di bidang IT. Tenaga kerja ini dapat diekspor ke luar negeri yang masih membutuhkan SDM-SDM yang terampil di bidang IT.

3. Peran Teknologi Informasi di Pemerintahan

Dalam kehidupan dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomuni-kasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.  Khusus bagi pemerintahan, penciptaan sistem kerja atau tata kerja dengan sistem e-goverment sudah menjadi suatu kebu-tuhan. E-government mengacu pada peng-gunaan teknologi informasi oleh pemerin-tahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Dapat merupa-kan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat mening-katkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubu-ngan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:

(1) Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

(2) Peningkatan hubungan antara pemerin-tah, pelaku bisnis dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transpa-ransi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.

(3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya teknologi informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah seperti jumlah kelas,

daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang sesuai untuk anaknya.

(4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi peme-rintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemua-nya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.

Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparaturnya. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan infor-masi,terutama berkaitan pelayanan publik.

Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk  mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor peme-rintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pem-bangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerin-tah dengan pihak pengguna lainnya.

4. Pengenalan Industri Perangkat Lunak

Komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun suatu teknologi infor-masi adalah teknologi sistem komputasi dan teknologi sistem komunikasi. Sistem kompu tasi berperan penting dalam mengolah sinyal-sinyal informasi tersebut sehingga dapat menghasilkan bentuk informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Sistem komunikasi berperan dalam hal men-transfer sinyal-sinyal informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dengan semakin mengarahnya sistem komputasi menjadi networked computing, maka pembahasan komponen sistem komunikasi dalam  teknologi  informasi  menjadi satu dengan komponen sistem komputasi.

Didalam dunia komputasi, komponen-komponen yang menyusun suatu sistem terdiri dari  tiga unsur yaitu unsur perang-kat keras (hardware), unsur perangkat lunak (software) dan unsur jasa (services).  Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah definisi-definisi dari komponen sistem komputasi:

§ Perangkat Keras (Hardware), adalah kum-pulan peralatan yang saling berhubungan satu sama lain. Peralatan ini berupa CPU, disks, tapes, modem, cables, dan lainnya.   Perangkat keras ini dirancang khusus untuk mengikuti perintah/instruksi yang diberikan kepadanya.  Dalam pengope-rasiannya, sebuah komputer terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.  Keduanya saling berketergantungan. Pada dasarnya, perkembangan perangkat keras erat hubungannya dengan   perkemba-ngan arsitektur yang ada.  Kini arsitektur yang ada dapat digolongkan menjadi dua, yakni arsitektur CICS – Complex Instruction Set Computers (x86 Intel prosesor) dan RISC – Reduced Instruction Set Computers (Alpha, Power PC, dan Mips prosesor).

§ Perangkat Lunak (Software), adalah sekumpulan program yang dilengkapi dengan dokumentasi yang berhubungan secara langsung ke komputer, yang di-gunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi yang diinginkan.  Singkatnya, perangkat lunak adalah kumpulan instruksi-instruksi untuk sebuah komputer. Misalnya, perang-kat lunak untuk manajemen data, inven-torisasi, ataupun untuk pembuatan doku-mentasi.  Pengembangan perangkat lunak disini erat hubungan dengan perkemba-ngan sistem operasi dan aplikasi yang dijalankan diatasnya.  Berdasarkan data dari Dataquest, proyeksi sistem operasi yang akan mendominasi pasar tahun 2000 nantinya dapat digolongkan menjadi tiga, yakni Microsoft Windows NT sebesar 40 persen, UNIX (misalnya: DIGITAL UNIX, HP-UX, IBM AIX, Sun SOLARIS, dan lainnya) sebesar 40 persen, dan Proprietary (misalnya: DIGITAL OpenVMS, IBM OS/400, SGI IRIX, dan lainnya) sebesar 20 persen, serta 90 persen menggunakan sistem gabungan dari ketiga katagori yang disebutkan tadi.

§ Jasa/Layanan (Services), adalah sekum-pulan  aktivitas/pelayanan dalam rangka untuk  memberikan  nilai  tambah  dalam hubungan suatu proses bisnis (jual/beli).  Baik itu berhubungan dengan produk yang dijual (perangkat keras dan/atau perangkat lunak) maupun pelayanan yang berupa konsultasi.

4.1 Sistem Operasi

Sistem operasi merupakan bagian dari perangkat lunak yang berfungsi sebagai penghubung antara komponen hardware (perangkat keras) dengan aplikasi yang di-jalankan diatasnya. Sistem operasi mengelola akses dari program-program ke memori utama, unit logika aritmatikan, dan bagian-bagian lain dari perangkat keras.

Dengan berkembangnya teknologi infor-masi, maka berkembang pula sistem operasi suatu sistem komputasi. Perkembangan sistem operasi banyak dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras terutama kemampuan dari prosesor. Oleh karena itu terdapat beberapa pengelompokan sistem operasi berdasarkan lebar bit data yang bisa ditangani oleh prosesor, mulai dari sistem operasi yang berskala 8-bit, lalu 16-bit, kemudian 32-bit seperti Microsoft Windows NT, IBM OS/400, Sun Solaris, hingga kini yang berskala 64-bit seperti DIGITAL UNIX, Open VMS, IBM AIX for RS/6000, SGI IRIX, dan HP-UX.

4.2  Basis Data

Basis data merupakan bagian yang erat hubungannya tidak dapat dipisahkan lagi dengan kebutuhan pemakai komputer. Secara definisi, basis data adalah koleksi data yang saling berhubungan dan memililiki arti dan terorganisir secara rapi. Data tersebut harus dapat diakses dengan urutan (order) yang berbeda-beda secara logika dengan cara yang relatif mudah. Suatu sistem basis data terdiri dari empat komponen yaitu  data, yang secara fisik menyimpan informasi-informasi; Database Management System atau DBMS yaitu perangkat lunak yang mengelola basis data; Data Description Languages (DDL) dan Data Manipulation Languages (DML), yaitu bahasa basis data yang berfungsi untuk men-deskripsikan  data  ke  DBMS  dan  juga mem-beri fasilitas untuk perubahan, pemelihara-an, dan pengelolaan basis data; dan program aplikasi yang memudahkan pengguna akhir untuk menggunakan  data  dan  mendapat-kannya   sebagai informasi yang sesuai.

Hingga saat ini terdapat lima perspektif desain basis data yang utama yang merepresentasikan  suatu evolusi dari pemikiran desain. Kelima desain utama tersebut adalah sistem berorientasi file (file-oriented, sistem berdasar Hirarki, system berbasis jaringan, sistem relasional dan sistem berorientasi objek (Object-oriented).

4.3 Aplikasi

Personal Packaged Software, adalah sekumpulan perangkat lunak tertentu yang telah diintegrasikan dengan sengaja pada perangkat keras yang ada (dalam hal ini PC) dengan tujuan untuk kepentingan yang sifatnya personal.

Yang termasuk dalam katagori ini adalah sebagai berikut:

§ Accounting, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat laporan keuangan/assets dari suatu organisasi.  Yang termasuk didalamnya ialah general ledger, account payable/ receiveable, payroll, dan business tax preparation packages. Contohnya: CA’ Simply Accoun-ting, Great Plains’ Accounting Series, Intuit’s Quickbooks, dan Peachtree’s Accounting.

§ Communication, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menangani pengiri-man dan penerimaan data dari PC ke sumber eksternal lainnya (misalkan printer ataupun fax/modem eksternal).  Beberapa jenis aplikasi ini diantaranya adalah Symantec/ Delrina’s WinFax Pro, pcAnywhere, Hayes’s Smartcom, Traveling Software’s LapLink, dan Datastorm Procomm Plus.

§ Desktop database, adalah perangkat lunak basis data yang digunakan untuk menyim-pan dan mengolah data dalam bentuk sequential, hierarchical, relational, atau-pun dalam format object.  Yang termasuk dalam katagori ini adalah Microsoft’s Access, Borland’s Paradox, Claris’ FileMaker, ACI US’ 4th Dimention, dan Lotus’ Approach.

§ Desktop Publishing, adalah perangkat lunak yang menyediakan fasilitas untuk meran-cang dan menyusun suatu halaman muka serta memiliki kemampuan untuk mencetak dan menerbitkan hasil akhirnya secara elektronik. Gabungan antara teks dan grafik secara bersamaan dapat dihasilkan melalui perangkat lunak ini. Yang termasuk dalam katagori ini adalah QuarkXpress, Adobe PageMaker, dan Microsoft Publisher.

§ Forms, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat suatu formulir yang juga memungkinkan untuk mema-sukkan data dan memiliki kemampuan basis data.  Yang termasuk dalam kategori ini adalah Formworx’s, FORMWORX dan Symantec/ Delrina’s PerForm.

§ Graphic/Draw and Paint, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menggambar dan melukis serta menyusun teks / gambar  sehingga menjadi suatu tampilan kombinasi pada layar monitor serta dapat cetak melalui printer.  Yang termasuk dalam kategori ini adalah Corel’s Corel Draw, Adobe’s Photoshop and Illustrator, Broder-bund’s Print Shop, Visio’s Visio, Macromedia’s Freehand, dan Micrografx’s ABC Flowcharter and Designer

§ Graphics/presentation, adalah paket perangkat lunak yang gunakan untuk membuat beraneka ragam informasi dan grafik untuk kebutuhan perusahaan.  Paket ini meliputi kemampuan untuk pembuatan grafik, gambar, dan  lukisan serta menye-diakan elemen-elemen penyerta untuk membantu pembuatan halaman muka, seperti clip art dan graphical templates.  Untuk efek dalam pembu-atan presentasi, paket ini menyediakan efek khusus yang dapat langsung digunakan seperti fading dan wiping dari satu tampilan ke tampilan lainnya. Suara dan video dapat dengan mudah digabungkan ke dalam persentasi yang dibuat.  Yang termasuk dalam kategori ini adalah Microsoft’s PowerPoint, Harvard Graphics, Adobe’s Persuasion,dan Lotus’ Freelance Graphics

§ Information Management, adalah perang-kat lunak  yang  membantu  setiap  individu

dalam mengatur informasi personal yang ada. Yang termasuk dalam kategori ini seperti Lotus Organizer, Starfish Software’s

Sidekick, dan Symantec’s ACT! Perangkat lunak ini juga meliputi fungsi-fungsi seperti daftar nama dan telepon, agenda, serta kalender dan pengelolaan koneksi.

§ Integrated, merupakan perangkat lunak yang merupakan gabungan dari beberapa aplikasi kantor dan perusahaan dalam satu paket.  Aplikasi ini biasanya menca-kup pengolah kata, manajemen basis data, dan kemampuan spreadsheet. Juga menyediakan common interface sebagai jembatan antar aplikasi tersebut.  Yang termasuk kategori ini misalnya Microsoft Works dan Claris Works.

§ Personal Finance, adalah perangkat lunak yang membantu perseorangan untuk mengatur aset dan keuangan pribadinya.  Perangkat lunak ini dapat mencakup tambahan keunikan lain seperti mem-bantu si pengguna untuk mencocokkan buku ceknya dan mengatur pengeluaran harian, mempersiapkan besar pajak pribadi yang harus dibayarkan, menelu-suri investasi, mempersiapkan untuk dana pensiun, dan mengatur tabungan untuk kebutuhan pendidikan anak nantinya.  Beberapa bagian dari paket ini dapat diintegrasikan secara online dengan pelayanan yang disediakan oleh bank yang memperbolehkan si pengguna untuk membayar tagihan dari rumah, memindah kan uang antar rekening, dan beberapa transaksi perbankan lainnya.  Yang ter-masuk dalam kategori ini seperti Intuit’s Quicken, Computer Associates’ Kiplinger’s Simply Money, Microsoft Money, dan MECA Software’s Managing Your Money.

§ Office Suite, adalah kumpulan dari perangkat lunak yang menggabungkan aplikasi perkantoran/daya produksi mana jemen perusahaan yang secara umum juga dapat dijual sebagai aplikasi yang terpisah. Aplikasi-aplikasi daya produksi perkantoran ini, termasuk pengolah kata, spreadsheet, dan grafik/presentasi, dan juga termasuk basis data, dan aplikasi manajemen informasi. Yang termasuk dalam kategori ini adalah Microsoft’s Office dan Office Professional, Lotus’s SmartSuite, Novell’s Perfect Office Standard dan Perfect Office Professional. Paket ini berbeda dengan paket Inte-grated, dimana satu aplikasi dengan banyak fungsi perkantoran dan mana-

jemen perusahaan.  Secara umum,   paket   Integrated adalah versi yang lebih rendah dari paket Office Suite.

§ Project Management, adalah perangkat lunak yang mendukung penempatan dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam satu kurun waktu.  Aplikasi ini membantu dalam hal perencanaan dan pelaksanaan dari suatu proyek dengan menyediakan alat bantu untuk menentukan kebutuhan dan biaya proyek, serta diagram dan analisa tambahan lainnya. Contohnya Microsoft Project.

§ Spreadsheet, adalah perangkat lunak yang menyediakan fungsi-fungsi dasar dalam pengaturan data menjadi bentuk kolom dan baris yang memperbolehkan pengguna untuk melakukan analisa secara numerik. Yang termasuk dalam kategori ini seperti Lotus 1-2-3 dan Microsoft Excel.

§ Utilities, adalah perangkat lunak yang terpisah dari sistem operasi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja dari sistem atau aplikasi perangkat lunak.  Dalam kategori ini dapat mencakup banyak segmen seperti  sebagai alat bantu aplikasi yang lengkap (contohnya Symantec’s Norton Utilities), memory managers, screen savers, antivirus dan security software, dan disk compression dan backup software.

§ Word Processor, adalah katagori perangkat lunak yang mencakup fungsi lengkap dari suatu perangkat lunak pengolah kata dengan fungsi dasar yang memperbolehkan pengguna untuk membuat dokumentasi berupa teks. Seperti Novell’s WordPerfect for Windows dan MS-Word for Windows.

§ Games/Entertainment, adalah katagori perangkat lunak yang fungsi utamanya untuk menghibur dan mengisi waktu luang.  Yang termasuk dalam kategori ini bisa berupa berbentuk arcade (ketangkasan), adventure (petualangan), atau education (pendidikan).  Misalnya: Minesweeper, Microsoft Golf, Solitaire, dan lain sebagainya.

Semua aplikasi di atas merupakan kategori dari perangkat lunak yang mendu-kung aktifitas keseharian dari perkantoran khususnya untuk institusi pemerintahan yang merupakan tempat layanan publik yang kepadatan aktifitasnya membutuhkan perangkat lunak yang sesai untuk kelancaran administrasi pelayanan publik. Dan dengan dukungan perangkat-perangkat tersebut kepuasan pelayanan terhadap masyarakat akan lebih meningkat dan memuaskan masyarakata.

5. Penutup

Makalah ini diharapkan dapat memberi-kan sedikit pencerahan penggunaan IT bagi aparatur pemerintahan Kab. Bireuen. Agar hasil yang dicapai dapat maksimal, peran pejabat pemerintah dan pihak yang ber-wenang untuk meningkatkan SDM di bidang teknologi informasi sangat dibutuhkan.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan antara lain menetapkan kebijak-sanaan yang mempermudah aparatur pemerintahan baik ditingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi untuk menggu-nakan IT, menyediakan infrastruktur yang mudah terjangkau dengan kualitas yang baik, dan melakukan deregulasi.

Daftar Pustaka

Rahardjo, Budi,, 1999, Implementasi Teknologi Informasi di Industri Kecil Menengah
Pusat Penelitian Antar Universitas bidang Mikroelektronika (PPAUME) ITB

Rahardjo Budi, 2004, Pemanfaatan Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi, Makalah dipresentasikan pada acara “Sosialisasi Mengenai Implementasi Penerapan UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta; Peme-rintah Sebagai Panutan Dalam ketaatan Lisensi Peranti Lunak”, yang diseleng-garakan oleh Tim Koordinasi Telematika Indonesia, Novotel Coralia Hotel, Bogor, 9 Maret 2004

http://www.cdiponline.org

http://www.bexi.co.id

http://www.gksoft.com/govt/en/id.html

Penulis :

Dr.H. Amiruddin Idris, SE., M.Si

Lahir di Peusangan Kab.Bireuen Aceh, pada   5 Agustus 1957. Lulusan Magister Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Sekarag menjabat sebagai :

Rektor Universitas Almuslim Bireuen

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen dan Ketua Yayasan Bina Bangsa Lhokseumawe.



 

 

Share